XTyran

9 September, 2009

Pasangan Hidup?

Filed under: Makna — xtyran @ 02:33

Dimulai dari sebuah pertanyaan yg ditujukan ke saya, “Mam, mana yang kamu pilih… cewek yang kaya, cantik, pokoknya klo nikah sama dia gak usah mikirin rumah, mobil, dll… semua tersedia! tapi… kita kurang nyaman dengan dia atau.. cewek yang biasa2 saja (cantiknya), tidak terlalu kaya, tapi.. kita merasa nyaman..??”

Hehe… berhubung nih pertanyaan rada berat kelasnya.. langsung dah mode sok tahu: on!😀

Tergantung orangnya… bagaimana cara ia memandang hidup (untuk kasus ini.. dalam hal mencari jodoh)?! Didalam Islam Sudah ada panduan untuk masalah yang satu ini,

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Tetapi, dalam kenyataannya, jangankan untuk mengikuti anjuran tersebut, untuk benar2 bisa memahami apa yang dimaksud ‘memilih karena agamanya’ saja rasanya sangat sulit. dengan pemahaman yang dangkal, secara ringkas saya menjelaskan kepada si penanya.. jika kita memilih seseorang karena harta/kecantikan, pada saat harta/kecantikannya hilang dari sisi orang tsb, maka cintapun akan ikut lenyap. Tetapi jika kita memilih karena agamanya, selama Ia masih memegang teguh hal tersebut.. Insya Allah walau wajah mulai berkerut.. body sudah tidak streamline.. ataupun uang pas-pasan, tidak akan mampu memupus cinta.

Lantas apakah hal tersebut akan memastikan bahwa kita akan bahagia? Seharusnya… Ya! Tapi ternyata tidak sesederhana itu. Hidup adalah pilihan, dan tiap2 kita memiliki cara pandang yang berbeda.  Setiap orang memiliki standarnya masing2. Ada yang berprinsip.. “wah.. klo saya punya uang banyak pasti bahagia..” dan Ia pun menghabiskan hampir seluruh hidupnya untuk bekerja keras. yang lain berkata.. “Hm.. senengnya.. klo punya istri cantik (atau bisa juga diganti dengan suami yang ganteng, anak yang pintar, dll)” dan mereka pun akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Atau mungkin juga… “Saya mah… cukup Allah dan rosulnya”.  Yah.. dan maaaasih banyak lagi. Yup! dan setiap kita akan mengejar segala hal yang dapat membuat kita bahagia.. menurut pemikiran kita masing2. Ada yang berlari mengejar harta.. ada yang berlari demi kekuasaan.. dan ada juga yang berlari kepada-Nya… (dan kemungkinan lebih besar kita akan mendapatkan apa yang kita kejar dari pada apa yang tidak kita kejar)

Dari Amiril Mukminin Abi Hafes – Umar bin Khatab ra beliau bersabda: Saya telah mendengar Rosulullah bersabda: “Sesungguhnya sahnya amal itu niat, dan sesungguhnya bagi tiap orang menurut apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka Ia akan mendapatkan Allah dan Rasulnya. Dan barangsiapa  yang berhijrah karena keduniaan yang ia akan meperolehnya atau karena wanita yang ia akan mengawininya, maka hijrahnya itu adalah menurut apa yang dihijrahinya.” (HR. Bukhari dan muslim)

Sekarang kita harus menanyakan kepada diri kita masing2…  kemana kita akan berlari?

Hal ini mengingatkan saya pada diskusi kecil dengan orang tua, “loh, bukannya kamu sendiri yang dulu bilang.. klo mendapatkan orang yang ‘kurang baik’ dan merubahnya menjadi ‘baik’ Insya Allah lebih berpahala daripada langsung mendapatkan yang sudah ‘baik’?” Iya sih… ‘dulu’! hehe… klo sekarang sih sepertinya harus saya tambahkan sedikit.. “dan mendapatkan yang ‘sudah baik’ merupakan pilihan yang seharusnya lebih baik”.

Berubah menjadi lebih baik itu penting.. tetapi yang harus diingat.. bukankah hakekat cinta adalah menerima orang yang kita cintai apa adanya? (Rasanya kurang adil jika kita hanya menginginkan segala kelebihan orang yang kita cintai tetapi tidak mau menerima kekurangannya?!). Dan Sebelum merubah orang lain.. mengapa tidak kita berusaha untuk memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu…

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)

Jadi… klo kita berharap mendapatkan pasangan yang baik, baik-kanlah diri kita terlebih dahulu. Dan jika nantinya kita mendapatkan pasangan yg kurang baik (sebelum saling menyalahkan), ada baiknya kita melihat ke dalam diri… siapa tahu kita juga belum baik!

“Yah.. terus gimana dong klo sudah terlanjur?” Perlu kita ingat kembali..

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Al-Baqarah: 216)

dan…  “karena Allah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan.”

Wallahualam bi shawab

Sumber : Life

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: